Pesta Panen, Bentuk Syukur Warga
Pesta Panen di Desa Kumbewaha menjadi momen tahunan yang penuh makna, di mana warga berkumpul untuk merayakan keberhasilan musim tanam. Tahun ini, perayaan dilaksanakan pada 15 Agustus 2025, diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah. Kehadiran Sultan Buton ke-41, Ir. H. LM. Sjamsul Qamar, memberikan kehormatan tersendiri bagi warga, mengingat Kumbewaha merupakan salah satu kadie penting dalam sejarah Kesultanan Buton. Suasana desa dipenuhi warna-warni hiasan, aroma masakan tradisional, dan tawa riang yang mengalir di setiap sudut. Pesta Panen bukan hanya perayaan hasil kerja keras petani, tetapi juga simbol persatuan dan kekuatan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Kumbewaha.
Rangkaian Kegiatan yang Meriah
Selama perayaan, berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan suasana, mulai dari arak-arakan hasil panen, lomba masak berbahan pangan lokal, hingga pameran produk unggulan desa. Warga dari berbagai usia ikut berpartisipasi, menciptakan interaksi hangat antar generasi. Anak-anak berlarian di lapangan, para ibu sibuk menyiapkan hidangan, sementara para bapak memamerkan hasil pertanian terbaik mereka. Semua kegiatan ini menjadi ajang saling berbagi cerita, pengalaman, dan kebanggaan atas identitas desa.
Pada malam harinya, suasana semakin semarak dengan digelarnya tarian adat yang diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa. Alunan musik tradisional mengiringi gerak langkah para penari yang mengenakan busana khas daerah, menciptakan pemandangan yang memukau. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Makna Budaya
Selain seremoni yang dilakukan di baruga, Pesta Panen juga berlangsung layaknya Hari Raya Idul Fitri. Sanak keluarga saling mengunjungi, berbagi cerita, dan menikmati makanan-makanan khas seperti buras, lapa-lapa, serta hidangan tradisional lainnya. Tradisi ini memperkuat ikatan kekeluargaan dan menjadi wujud nyata rasa syukur atas rezeki yang diperoleh bersama.
Dari rangkaian kegiatan ini, Pesta Panen mengajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil bumi yang melimpah, tetapi juga dari kuatnya ikatan sosial, rasa saling menghargai, dan semangat berbagi yang tumbuh di tengah masyarakat. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa kemakmuran sejati lahir dari kerja keras bersama, rasa syukur yang tulus, dan komitmen menjaga tradisi sebagai warisan untuk generasi mendatang.
